Yoshida-Bot: Framework Bot WhatsApp Modular dengan Baileys & PostgreSQL
Bot WhatsApp berbasis Baileys dengan arsitektur plugin modular, penyimpanan hybrid PostgreSQL + JSON, integrasi percakapan AI, dan kestabilan koneksi tinggi.
Software developer asal Lampung dengan spesialisasi arsitektur bot perpesanan WhatsApp (Baileys WebSocket), Telegram Bot API, otomasi sistem Linux/Termux, serta integrasi backend API berkinerja tinggi.
Halo! Saya Adi (yuurahz), developer asal Lampung, Indonesia. Saya berfokus pada pengembangan sistem backend, arsitektur bot perpesanan multi-device (Baileys), dan utilitas otomasi server Linux.
Pendekatan saya mengutamakan kode modular yang terisolasi, manajemen sesi WebSocket yang tangguh, serta efisiensi penggunaan memori agar sistem dapat melayani ribuan pesan per menit dengan stabil.
Arsitektur sistem riil yang dibangun untuk skalabilitas dan keandalan tinggi.
Bot WhatsApp berbasis Baileys dengan arsitektur plugin modular, penyimpanan hybrid PostgreSQL + JSON, integrasi percakapan AI, dan kestabilan koneksi tinggi.
Bot Telegram serbaguna berbasis Node.js dan Telegraph library yang dirancang untuk kecepatan respon tinggi dan kemudahan perluasan plugin.
Alat optimasi sistem berbasis Shell Script untuk membersihkan cache, residu paket instalasi .deb, dan file log di lingkungan Termux Android.
Backend API berkinerja tinggi untuk me-render teks menjadi gambar stiker bergaya Brat secara dinamis untuk konsumsi bot WhatsApp & Telegram.
Tulisan praktis mengenai arsitektur sistem, optimasi database, bot automasi, dan pola rekayasa perangkat lunak.
Teknik membaca EXPLAIN ANALYZE, memilih jenis indeks yang tepat (B-Tree vs GIN), dan menghindari sequential scan yang tidak perlu.
Panduan teknis memisahkan gateway events, mendistribusikan beban memori dengan sharding, dan memanfaatkan antrean Redis.